Jumat, 29 Mei 2009

Menanti Sebuah Mimpi.

Seperti yang telah dialami banyak orang, kadang kita mengharapkan sesuatu diluar logika. kita mengharapkan apa yang tidak kita usahakan. kita selalu bermimpi untuk menjadi segalanya. Secara realistis, kita harus berpikir bahwa kita hanya akan berhasil bila kita "merencanakan, melaksanakan serta mengontrolnya".

Bila melihat contoh yang ada, tidak pernah melihat ada orang yang bermalas-malasan berhasil bahkan orang yang banyak duit sekalipun malahan ludes walaupun dia anak konglomerat yang secara kasat mata dengan bermalas-malasan pun tidak akan sengsara. Justru kita selalu melihat Orang yang tadinya bukan apa - apa, bukan siapa -siapa, malahan berhasil menjadi orang yang sangat sukses.

Siapapun orangnya, darimanapun asalnya, kalau bekerja dengan serius, fokus, akan menjadi orang yang sangat berhasil. 

Janganlah sekali - kali mengharapkan sebuah mimpi yang tidak pasti.

Menanti Sebuah Keberhasilan

Seperti yang telah dialami semua orang, kadang kita selalu memimpikan sebuah keberhasilan. Tapi kita juga harusnya introspeksi dulu kedalam, apa yang telah kita rencanakan, apa yang telah kita perbuat, apa yang telah kita laksanakan. Apa mungkin sebuah keberhasilan kita raih dengan cara berdiam diri, malas, tanpa kita melakukan apa - apa?

Keberhasilan akan kita peroleh bila kita merencanakan lalu melaksanakan rencana tersebut. Keberhasilan juga tidak bisa diraih hanya dengan melaksanakan rencana secara asal - asalan, tapi kita harus melaksanakannya dengan cara sungguh - sungguh, bekerja dengan sepenuh hati serta fokus terhadap apa yang sedang kita hadapi. Hilangkan semua gengsi yang menghambat terhadap rencana kita. 

Jangan hanya menanti dengan berdiam diri mengharapkan rejeki turun dari langit itu sangat mustahil. Bekerja dengan serius diiringi do'a, Insya Allah Apa yang kita harapkan akan dan kita impikan serta kita nantikan akan berhasil. Selamat mencoba.

Rabu, 20 Mei 2009

Dosakah mencintai seorang janda?

Aku adalah seorang yang mengagumi dan mencintai wanita. Tidak peduli itu dibawahku, sebaya denganku atau lebih dari ku. Juga tidak peduli setatus Perawan atau janda. Aku bahkan suka heran dengan orang yang mempermainkan seorang janda. Salahkah mereka menjadi janda? Dosakah? atau harus bagaimana?. Aku yakin tidak ada seorangpun yang ingin menjadi janda.

Kehidupan di dunia memang banyak dinamika. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi . Manusia hanya bisa merencanakan, Tuhan yang menentukan.

Jangan berkecil hati bagi para janda. coba kesini.